Hai?
Apa yang belum pernah saya ceritakan?
Tentang impian purbakala ingin menjadi seperti abi.
Tentang kisah ingin menjadi bagian dari kampus gajah.
Tentang perjuanganku jatuh bangun mencapainya.
Kamu yang paling tau.
Apa lagi?
Tentang belajar, dan hanya kamu yang tau bahwa aku lelah.
Tentang usaha, dan hanya kamu yang tau bahwa aku ingin berhenti.
Tentang kecewa, dan hanya kamu yang masih sempat untuk peduli.
Tentang semua.
Coba jabarkan lagi.
Tentang kisah para pelaut dari laut yang riuk.
Kamu yang mengajarkan saya bahwa kuat bukan dinilai dari seberapa lama kita berlari, tapi seberapa banyak manfaat yang bisa ditebar saat berlari.
Hai, Amarendra Zufar.
Pesan ini buat kamu.
Yang terkadang berfikir bahwa usahamu tidak berhasil. Setidaknya kamu membantuku berdiri lagi, setelah hampir hilang arah akan mimpi.
Menjadi yang diandalkan memang tanggung jawab besar, tapi bukankah berarti mereka semua sayang? Toh, saya juga bangga melihat kamu menjadi seberpengaruh itu.
Justru itulah kekuatan kamu, dan itu menjadi kekuatan saya juga.
Terima kasih atas waktu dan segala hal yang terucap. Terima kasih untuk pundak yang selalu kuat. Setidaknya untuk saya.
Sekali lagi,
pesan ini buat kamu.
Agar kamu tahu, bahwa cerita yang terlontar bukan hanya sebagai bumbu pemanis perbincangan. Ini cara saya menghargai kehadiran.
Sampai jumpa di lain waktu.
Tentang impian purbakala ingin menjadi seperti abi.
Tentang kisah ingin menjadi bagian dari kampus gajah.
Tentang perjuanganku jatuh bangun mencapainya.
Kamu yang paling tau.
Apa lagi?
Tentang belajar, dan hanya kamu yang tau bahwa aku lelah.
Tentang usaha, dan hanya kamu yang tau bahwa aku ingin berhenti.
Tentang kecewa, dan hanya kamu yang masih sempat untuk peduli.
Tentang semua.
Coba jabarkan lagi.
Tentang kisah para pelaut dari laut yang riuk.
Kamu yang mengajarkan saya bahwa kuat bukan dinilai dari seberapa lama kita berlari, tapi seberapa banyak manfaat yang bisa ditebar saat berlari.
Hai, Amarendra Zufar.
Pesan ini buat kamu.
Yang terkadang berfikir bahwa usahamu tidak berhasil. Setidaknya kamu membantuku berdiri lagi, setelah hampir hilang arah akan mimpi.
Menjadi yang diandalkan memang tanggung jawab besar, tapi bukankah berarti mereka semua sayang? Toh, saya juga bangga melihat kamu menjadi seberpengaruh itu.
Justru itulah kekuatan kamu, dan itu menjadi kekuatan saya juga.
Terima kasih atas waktu dan segala hal yang terucap. Terima kasih untuk pundak yang selalu kuat. Setidaknya untuk saya.
Sekali lagi,
pesan ini buat kamu.
Agar kamu tahu, bahwa cerita yang terlontar bukan hanya sebagai bumbu pemanis perbincangan. Ini cara saya menghargai kehadiran.
Sampai jumpa di lain waktu.
AAAAAAAAAKKKKK kyuti
ReplyDeleteWAW WAW WAW bikinin buat gua atuh wkwk
ReplyDeletegandeng
Delete