Aku Pernah Punya Kamu, Mimpi. Bahkan Sampai Saat Ini.

hai kamu yang disana. apakabar? aku disini sangat baik. tersandar di ujung ruangan dimana kamu terakhir kali melambaikan tangan. walau tak henti pipi ini terbasahi. walau juga bibirku tersenyum terbalik. aku juga masih disini bersama harapku atasmu yang sudah pasti pupus tapi tetap saja otak idealis ku melarangku untuk beranjak.

aku masih sama seperti yang aku yang dulu kamu kenal. seorang anak yang dulu kau sebut bocah tapi, hei, aku disini sekarang. beranjak tua dan berumur. bukankan seharusnya aku matang bersamamu, wahai mimpi?

bagai penulis yang kehilangan muse-nya. bagai bayi yang lepas dari susunya. aku kehilangan kamu.

mari berjelajah. saat pernahku dulu membanggakanmu dan menjadikanmu optimisme terhebat yang selalu aku pamerkan. saat dulu semua anganku selalu terpautkan oleh kisah awal yang kubuat melewatimu. aku kehilanganmu.

mimpi.

Comments

Popular Posts