Suatu hari dari tempat yang tidak-terlalu-jauh

Suatu sore, di saat hujan.
timeline instagram saya isinya sejenis semua. 

Ya, baru tersadar, mabit baru selesai. Sertijab Ar-Rahmah pun sudah dilakukan.
Hmmmm nostalgia.
Setahun, dua tahun yang lalu di momen yang sama, saya yang menangis. Tanpa sebab, hanya terharu. Pernah menjadi bagian "pahlawan dakwah" di SMA Negeri 1 Bogor, padahal kontribusi minim HAHAHAH. Pernah menjadi dari mereka membuat saya sadar bahwa there's no place like home itu adalah kalimat yang benar. 

Yaaaaa, entah saya rindu dengan sekret berkarpet-yang-jadi-tujuan-cabut-semua-orang. Atau hanya sekedar rindu dengan mukena-mukena tergeletak dan mengomel karena tidak digantung (haha). Atau dengan gelagat para penghuninya yang sangat macam-macam.

Saya rindu dengan kumfrak dan segala tetek-bengek minjem rumah. Saya rindu rapatnya, dimulai dengan berkah, dipisah hijab, ditutup dengan doa. Saya rindu menjadi admin line@ nya. Saya rindu INKASI saya, saya rindu segala kegabutan INKASI. Saya rindu marah-marah karena line@ nya garing. Saya rindu menjadi ang.sie acara atau humas atau materi (yha diantara itulah pokona). Saya rindu sibuk tapi santainya. Saya rindu dukungan. Saya rindu.

Masih ada lagi. Saya rindu, karena dari rumah inilah saya bisa melebarkan sayap ke rumah lain. Mencoba mensuasanakannya seperti rumah Ar-Rahmah. Dengan pendamping dan dengan teman tentunya. Belajar, diajarkan, mengajarkan, tidak ada kata cukup untuk terus mencari berkah bersama mereka.

Saya rindu bekerja bersama Aa Teteh JB atau belajar bersama adik-adik KM. Mereka yang mengajarkan 100++ pendekar PP bahwa kuantitas pun harus didukung oleh kualitas. Mereka, ah saya rindu. Terima kasih.

Di masa tergalau, sampai akhirnya di masa penghujung, di masa lantai 1 dekat gerbang keluar. Kepanitiaan PODS, kepanitiaan yang sudi gak sudi dilakukan. Ahh, sudahlah.

Suatu hari di tempat yang tidak terlalu jauh dari Sekolah Kehidupan, saya bernostalgia.
Saya rindu rumah.

Comments

Popular Posts